Narasisulsel.id Barru – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu fokus Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTR-Perkim) Barru pada 2026.
Dua sektor yang kini diandalkan untuk menopang penerimaan daerah adalah jasa penyewaan alat berat dan layanan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau sedot tinja.
Kedua layanan tersebut dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan, seiring kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pekerjaan konstruksi dan meningkatnya kebutuhan pelayanan sanitasi.
Kepala Dinas PUTR-Perkim Barru, Indarajaya Andi Djamro, ST., MT., mengungkapkan, jasa penyewaan alat berat selama ini melayani berbagai kebutuhan, baik untuk pekerjaan konstruksi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun keperluan masyarakat umum.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkab Barru menambah satu unit excavator mini melalui dukungan Bupati Barru. Penambahan armada ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat proses penyewaan.
Kehadiran excavator mini menjadi tambahan penting, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan alat berukuran lebih kecil. Mulai dari pengerjaan drainase permukiman, pekerjaan di lahan sempit hingga lokasi dalam kota yang tidak memungkinkan dijangkau excavator berukuran besar.
Indarajaya mengatakan, keterbatasan armada sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam memenuhi permintaan penyewaan alat berat.
“Dengan adanya tambahan dari Ibu Bupati, antrean penyewa bisa kita layani lebih cepat. Ini tentu akan mendongkrak PAD,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).
Di sisi lain, layanan IPAL atau mobil sedot tinja juga terus didorong sebagai sumber penerimaan daerah. Peluang peningkatan pendapatan terbuka melalui kebutuhan layanan sanitasi masyarakat serta kerja sama pelayanan dengan kawasan industri dan proyek pembangunan kereta api.
Potensi tersebut menjadi ruang bagi PUTR-Perkim Barru untuk meningkatkan produktivitas layanan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia agar memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Meski demikian, pencapaian target PAD tidak hanya bertumpu pada penambahan sarana, tetapi juga perlu ditunjang dengan pengelolaan pelayanan yang efektif dan optimalisasi potensi penerimaan dari masing-masing sektor.
PUTR-Perkim Barru pun menyatakan optimistis mampu memenuhi target PAD tahun 2026 yang telah ditetapkan, bahkan berharap realisasinya dapat melampaui target melalui kedua sektor tersebut.
“Kami optimistis target PAD yang diberikan kepada Dinas PUTR-Perkim tahun ini bisa tercapai, bahkan terlampaui dari dua sektor ini,” tutup Indarajaya.










