Tiga Bulan Ketua DPRD Barru Tak Aktif, Dua Wakil Ketua Dibebani Tugas Tambahan

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasisulsel.id Barru – Ketidakhadiran Ketua DPRD Kabupaten Barru, Syamsuddin Muhiddin, dalam berbagai aktivitas kedewanan selama kurang lebih tiga bulan terakhir menjadi perhatian di internal lembaga legislatif.

Selain menyangkut keberlangsungan tugas pimpinan, kejelasan administrasi ketidakhadirannya turut dipertanyakan.

Selama ketidakhadiran Ketua DPRD, sejumlah tanggung jawab pimpinan dijalankan oleh dua Wakil Ketua DPRD.

Kondisi ini turut menambah beban kerja keduanya, terlebih di tengah agenda kelembagaan yang membutuhkan koordinasi dan pengambilan keputusan secara berkelanjutan.

Persoalan tersebut mengemuka seiring kebutuhan untuk memastikan roda organisasi DPRD Kabupaten Barru tetap berjalan sesuai ketentuan, tanpa mengabaikan kondisi kesehatan Ketua DPRD yang disebut-sebut tengah menjalani pengobatan di luar negeri.

Namun, di tengah informasi mengenai kondisi kesehatan tersebut, muncul persoalan mengenai kelengkapan administrasi ketidakhadiran.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam pembahasan persoalan ini, surat keterangan sakit disebut belum disampaikan kepada Sekretariat DPRD.

Situasi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Barru sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Herman Jaya.

Ia menilai persoalan ini perlu disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, etika, serta tanggung jawab kelembagaan.

“Kita tentu mendoakan agar Ketua DPRD segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Namun, kita juga harus memahami bahwa lembaga DPRD memiliki tanggung jawab besar yang tidak boleh terganggu,” ujar Herman, Senin (19/9/2026).

Baca Juga :  Kunker DPRD Barru di Kantor ESDM Sulsel

Menurutnya, kondisi kesehatan seseorang harus dihormati. Meski demikian, dalam konteks kelembagaan, kejelasan administrasi tetap diperlukan agar pelaksanaan tugas pimpinan memiliki dasar yang tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau memang sedang menjalani pengobatan, tentu harus kita hormati. Tetapi secara kelembagaan, perlu ada kejelasan administrasi mengenai ketidakhadiran tersebut. Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan maupun kesalahpahaman di internal DPRD,” jelasnya.

Di sisi lain, ketidakhadiran Ketua DPRD selama beberapa bulan membuat dua Wakil Ketua harus menjalankan sejumlah tugas tambahan untuk memastikan aktivitas kedewanan tetap berlangsung.

“Tanggung jawab yang harusnya dijalankan ketua kemudian dibebankan ke wakil dan menjadi tugas tambahan yang membuat mereka mulai mengeluh. Dua wakil ketua sampaikan sendiri ke saya,” ujarnya.

Herman memahami bahwa kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama, terutama agar pembagian tanggung jawab di lingkungan pimpinan DPRD tetap berjalan secara proporsional.

Ia berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik personal, melainkan menjadi bahan evaluasi internal untuk memastikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pimpinan tetap sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga :  DPRD Barru Rekomendasikan PDAM Naikkan Tarif Air Bersih

“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi polemik pribadi. Yang terpenting adalah memastikan roda organisasi DPRD tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, dan seluruh agenda kedewanan dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Perhatian terhadap persoalan ini juga dinilai penting karena DPRD Barru tengah menghadapi sejumlah agenda strategis, termasuk pembahasan kebijakan dan anggaran daerah tahun 2027.

Agenda tersebut membutuhkan koordinasi yang baik agar proses pembahasan dan pelaksanaan fungsi DPRD tidak terkendala.

Karena itu, kejelasan mengenai status ketidakhadiran Ketua DPRD beserta administrasi pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga tertib administrasi dan kesinambungan kepemimpinan di lembaga legislatif daerah.

Herman berharap Ketua DPRD segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya. Sementara itu, seluruh unsur pimpinan dan Sekretariat DPRD diharapkan dapat memastikan pelaksanaan tugas kelembagaan tetap berlangsung secara profesional.

“Harapan kita sederhana, Ketua DPRD segera pulih dan kembali beraktivitas dan kalau bisa fokus saja dulu berobat agar tugas kelembagaan harus tetap berjalan secara tertib, profesional, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ketua DPRD Barru Angkat Bicara Soal Isu Tiga Bulan Tak Berkantor, Begini Penjelasannya
Kemarau Panjang, NasDem Peduli Barru Gencar Salurkan Air Bersih untuk Warga
Komisi II DPRD Barru – ATR/BPN Bahas Terkait Kawasan Hutan Lindung
Oknum Dishub Berulah, Diduga Pungli Parkir di TPI Sumpang: Kerap Dibayar Tak Beri Karcis
Aktivitas Tambang ‘Ugal-ugalan’ di Wilayah Kota Barru, Diduga Melanggar Aturan RTRW
Berulang Kali Mediasi, Polemik PHK Pekerja Galangan Kapal di Barru Berakhir Buntu
Tasming Hamid Pastikan Bantuan Susu KemenPPPA Tepat Sasaran di Parepare
Tasming Hamid Dorong ASN Pemkot Parepare Bangun Budaya Kerja Profesional dan Berorientasi Hasil

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Ketua DPRD Barru Angkat Bicara Soal Isu Tiga Bulan Tak Berkantor, Begini Penjelasannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kemarau Panjang, NasDem Peduli Barru Gencar Salurkan Air Bersih untuk Warga

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Komisi II DPRD Barru – ATR/BPN Bahas Terkait Kawasan Hutan Lindung

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Tiga Bulan Ketua DPRD Barru Tak Aktif, Dua Wakil Ketua Dibebani Tugas Tambahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Oknum Dishub Berulah, Diduga Pungli Parkir di TPI Sumpang: Kerap Dibayar Tak Beri Karcis

Berita Terbaru