Narasisulsel.id Barru – PT PLN Indonesia Power UBP Barru memperkuat langkah pengendalian penyebaran debu batubara yang dikhawatirkan berdampak ke permukiman warga di sekitar PLTU Bawasalo.
Sejumlah upaya dilakukan, antaralain menurunkan ketinggian tumpukan batubara, memperbanyak pemasangan paranet hingga meningkatkan intensitas penyiraman.

Asisten Manajer K3 dan Lingkungan (K3L) PLTU Barru, Rahmat Kamaruddin, mengatakan perluasan area penempatan batubara dilakukan agar ketinggian tumpukan dapat dikurangi.
Jika sebelumnya tumpukan bisa mencapai sekitar 15 meter, kini tidak lebih dari 7 meter.
“Kami memperluas area penempatan batubara sehingga ketinggian tumpukan dapat dikurangi. Jika dulu bisa mencapai 15 meter, sekarang sisa 7 meter, bahkan terus kami upayakan turunkan,” ujar Rahmat dalam kegiatan Media Relations bersama insan pers Barru di Rumah Makan Tepi Empang Lembae, Senin (21/9/2026) siang.
Menurutnya, penyebaran debu sangat dipengaruhi kondisi angin dan cuaca, termasuk ketika terjadi cuaca ekstrem. Karena itu, pengendalian di lapangan terus disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.
Selain menurunkan ketinggian tumpukan, pihak PLTU juga memperbanyak pemasangan paranet sebagai penghalang agar debu tidak mudah terbawa angin ke luar kawasan.
Upaya lainnya dilakukan melalui penyiraman secara rutin sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore.
Penyiraman tidak hanya dilakukan pada area batubara, tetapi juga jalan-jalan di sekitar kawasan yang dilalui masyarakat untuk menjaga kondisi tetap lembap dan mengurangi potensi debu beterbangan.
Dari sisi kebutuhan masyarakat, Asisten Manajer Administrasi PLTU Barru, Muhamad Budi Setiawan, menuturkan pihaknya telah menempatkan 10 tandon air dengan pasokan sekitar 12 ton per hari untuk membantu kebutuhan warga.
Selain air bersih, perusahaan juga menyalurkan bantuan sembako, membagikan masker, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang berada di wilayah terdekat dengan kawasan PLTU.
“Jika warga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, kami siap mendampingi. Semua ini bagian dari upaya kami merespons kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga kesehatan lingkungan bersama,” tegas Rahmat.
Berbagai langkah tersebut disampaikan dalam pertemuan Media Relations yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan antara manajemen PT PLN Indonesia Power UBP Barru dan insan pers se-Kabupaten Barru.
Ketua PWI Barru, Ahmadi Kalub, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan silaturahmi antara perusahaan dan media.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang dipandu Malik. Salah satu isu yang dibahas yakni keluhan masyarakat terkait penyebaran debu batubara di sekitar kawasan PLTU Bawasalo.
Manajemen PLTU UBP Barru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengendalian debu serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang semakin terbuka antara perusahaan, media, dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan informasi serta merespons berbagai persoalan yang berkembang di sekitar kawasan PLTU.










