Narasisulsel.id Barru – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., saat mewakili Bupati Barru pada High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Selasa (15/9/2026).
Dalam paparan resminya, Andi Syarifuddin menguraikan perkembangan harga pangan serta langkah strategis Pemkab Barru dalam mengendalikan inflasi, menjamin ketersediaan stok, dan memastikan kelancaran distribusi.
Salah satu program andalan yang dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
”Di Kabupaten Barru, GPM digelar secara rutin di Kantor Dinas Pertanian dan dipadukan dengan inovasi Gerakan Rabu Bersih.
Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena menyediakan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ” ujar Andi Syarifuddin.
Pelaksanaan GPM tersebut didukung lintas sektor, mulai dari Perum Bulog, peternak ayam dan telur, distributor gula dan minyak goreng, hingga pelaku usaha pangan lokal.
Berbagai komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, bumbu dapur, hingga produk olahan pangan tersedia dalam kegiatan tersebut.
Selain intervensi pasar, Pemkab Barru mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran.
Strategi ini ditujukan untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pasar saat terjadi fluktuasi harga.
Mengenai kelancaran distribusi, Sekda Barru memastikan jalur logistik di wilayahnya berjalan baik, sembari tetap memitigasi potensi gangguan iklim seperti kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Since Erna Lanba, mewakili Sekda Provinsi Sulsel, mengibaratkan inflasi seperti tekanan darah yang harus terus dikontrol agar tidak mengganggu kesehatan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—termasuk sektor transportasi dan kecukupan kuota BBM—agar biaya distribusi barang tidak melonjak.
Tuan rumah kegiatan, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, menyampaikan apresiasinya atas kepercayan menjadikan Parepare sebagai pusat konsolidasi TPID se-Sulsel. Forum ini diharapkan memperkuat sinergi antardaerak dalam merumuskan kebijakan stabilitas harga.
Di sela-sela rangkaian kegiatan, Kabupaten Barru mencatatkan prestasi gemilang dalam Progres Pengisian Kuesioner Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Zona III.
Barru berhasil menduduki peringkat pertama dengan status progres hijau sebesar 112%, setelah melampaui target 25 berkas dengan capaian 28 data valid bersih.










