Narasisulsel.id Barru – Dewan Pimpinan Wilayah Rajawali Garda Pemuda Indonesia (DPW RGPI) Kabupaten Barru menegaskan dukungannya terhadap investasi yang masuk ke daerah, namun mengingatkan agar kehadiran investor tidak mengabaikan hak-hak masyarakat dan pekerja lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPW RGPI Barru, Rudy Kahar, dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Senin (22/6/2026).
Menurut Rudy, investasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah kebutuhan akan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kehadiran investor dinilai dapat menjadi solusi nyata untuk mempercepat perputaran ekonomi di Kabupaten Barru.
“Kita harus realistis bahwa daerah dan masyarakat membutuhkan perputaran ekonomi yang cepat.
Kehadiran investasi di Barru adalah solusi konkret untuk mengatasi pengangguran, asalkan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal,” tegasnya.
RGPI Barru juga menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai langkah Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendorong pembangunan dan kemajuan daerah. Namun, dukungan tersebut tidak diberikan secara membabi buta.
Pengawasan terhadap pelaksanaan investasi dan perlindungan terhadap tenaga kerja harus tetap menjadi perhatian utama.
Rudy menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya pabrik atau industri yang berdiri, melainkan dari sejauh mana keberadaan investasi mampu meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemenuhan upah yang layak, jaminan keselamatan kerja, serta perlindungan sosial merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi.
Pemerintah harus hadir memastikan aturan ditegakkan, sementara pihak swasta harus menunjukkan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, RGPI Barru mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan investasi sebagai alasan untuk mengorbankan kepentingan masyarakat demi keuntungan kelompok tertentu.
“Jangan pernah korbankan masyarakat atau hak-hak pekerja lokal demi kepentingan kaum konglomerat atau kelompok berkepentingan. Investasi yang masuk wajib memanusiakan warga Barru, bukan mengeksploitasi mereka,” ujar Rudy.
Melalui semangat May Day, RGPI Barru berharap terbangun sinergi yang sehat antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang seimbang, investasi diharapkan tidak hanya menjadi motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berjalan seiring dengan penegakan hukum, perlindungan pekerja, dan kelestarian lingkungan demi mewujudkan Barru yang maju, berkeadilan, dan inklusif.










