Narasisulsel.id Barru – Sosok pengusaha muda, Mahyuddin Syam, atau yang akrab dikenal Bram mencuat sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Barru.
Dorongan serta dukungan kuat dari rekan atau kolega untuk menahkodai Kadin di daerah berjuluk Colliq Pujie.
Pria kelahiran Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau ini diketahui punya perjalanan hidup yang tidak biasa: membangun usaha bukan dari nol, melainkan dari kondisi yang lebih berat “minus”.
Punya rekam jejak panjang sebagai perantau yang telah melanglang buana di berbagai daerah Indonesia sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman.
Lahir tahun 1979, Bram tumbuh dalam keluarga yang tergolong cukup sederhana namun stabil. Ayahnya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Meski berada dalam kondisi yang tidak kekurangan, Bram sejak kecil memilih jalan kemandirian dengan membentuk kebiasaan bekerja dan mencari penghasilan sendiri.
Sejak duduk di bangku SMP, Bram sudah terbiasa mencari penghasilan sendiri dengan membantu aktivitas jual beli di pelelangan ikan untuk keperluan jajan.
Kebiasaan itu menjadi fondasi awal yang membentuk karakter kerja keras dan mental wirausaha yang kuat hingga dewasa.
Lulus SMP pada 1995 dan SMK Negeri 1 Barru pada 1998, Bram melanjutkan pendidikan di Makassar hingga menyelesaikan studi pada 2002.
Di masa kuliah, ia mulai merintis usaha dengan berjualan ayam yang dibawa dari Barru ke Makassar, hasilnya digunakan untuk biaya kuliah dan menunjang kebutuhan sehari-hari.
Selepas menyelesaikan pendidikan, anak kelima dari tujuh bersaudara ini memasuki fase panjang kehidupan sebagai perantau.
Bram telah malang melintang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Papua, Jawa, Jakarta, hingga Sumatera.
Pengalaman inilah yang kemudian memperluas wawasan bisnis sekaligus membangun jejaring usaha yang lebih kuat.
Pada 2004, Bram sempat kembali ke Barru tinggal. Kemudian kembali lagi merantau ke sejumlah daerah, termasuk Kalimantan dan Jakarta menjelang masa pandemi Covid-19.
Pada akhirnya, ia memilih pulang dan menetap di daerah asalnya dengan satu tekad: ingin berkontribusi memajukan ekonomi Barru.
“Pokoknya panjang ceritanya kalau saya mau utarakan semua pengalaman. Apalagi dunia usaha di perantauan sampai balik ke Barru,” ucapnya, Minggu (5/7/2026).
Aktivis Lapangan yang Suarakan Isu-isu Publik
Selain dikenal sebagai pengusaha, Bram juga figur aktivis lapangan dan kerap menjadi aktor utama dalam berbagai dinamika sosial dan isu publik.
Tidak hanya bergerak di balik meja, Bram dalam perjalanannya, aktif turun langsung sebagai jenderal lapangan menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat.
Peran tersebut menjadikannya dikenal luas sebagai figur yang vokal, berani dalam memperjuangkan isu-isu yang dianggap berkaitan dengan kepentingan publik, termasuk di dunia usaha.
Bangun Usaha dari Pengalaman Lapangan
Dalam dunia usaha, Bram dikenal bergerak di sejumlah sektor strategis. Berhasil membangun kerjasama dengan PLTU dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa sebagai pengganti batu bara, pemanfaatan limbah kayu sebagai sumber energi alternatif.
Ia juga memiliki usaha pertambangan, hingga mengembangkan pengolahan limbah bulu ayam untuk kebutuhan pakan ternak ayam.
Sektor usaha yang dijalankan bukan hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada peluang ekonomi masa depan, terutama dalam mendukung transisi energi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Maju jadi calon Ketua KADIN Barru atas Dorongan Kolega
Pencalonannya sebagai Ketua KADIN Barru disebut berangkat dari dorongan rekan-rekan sesama pelaku usaha yang menilai pengalamannya relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, Bram menegaskan bahwa keputusannya juga lahir dari komitmen pribadi untuk berkontribusi lebih luas.
Jika terpilih, ia telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, di antaranya pembentukan tim percepatan investasi, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, serta percepatan realisasi Kawasan Industri Barru (KIBAR) yang telah dirancang dalam bentuk master plan.
Berperan di Partai Politik
Di luar dunia usaha, Bram juga memiliki pengalaman dalam organisasi dan politik.
Bram berperan masuknya Partai Demokrat di Kabupaten Barru dan sempat menjabat sebagai wakil ketua.
Ia juga pernah bergabung dengan Partai PPRN, dan saat ini berada dalam lingkaran Partai besutan Prabowo Subianto.
Meski memiliki pemahaman politik yang cukup matang, fokus utamanya tetap pada dunia usaha.
“Politik saya paham ilmunya, tapi belum terpikir untuk bertarung di Pileg,” pungkas Bram. (*)









