Narasisulsel.id Barru – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru menegaskan komitmennya dalam mempercepat peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi pertanian modern.
Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., saat mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., pada Rapat Koordinasi Penerapan Perluasan Budidaya Padi melalui Program Petani Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (20/7/2026).
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., sebagai bentuk kesiapan teknis daerah dalam mengawal implementasi program strategis ini.
Dalam rakor yang diikuti jajaran kepala daerah se-Sulawesi Selatan tersebut, Pemkab Barru secara resmi menandatangani komitmen pelaksanaan Program PM-AAS seluas 2.227 hektare.
Angka ini merupakan bagian dari target integrasi PM-AAS Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai total 91.340 hektare, guna mendukung target pengembangan 1 juta hektare nasional pada tahun 2026.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim, jadwal tanam di Kabupaten Barru yang semula direncanakan pada periode Juli – September 2026 disesuaikan menjadi Oktober – November 2026.
Penyesuaian ini merupakan langkah antisipatif dalam menyiasati potensi dampak fenomena El Nino di wilayah pantai barat Sulawesi Selatan.
Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pertanian dengan kondisi cuaca riil di lapangan agar target peningkatan produktivitas dapat tercapai secara optimal.
”Alhamdulillah, sebagai upaya menyiasati perubahan iklim, kita harus mengikuti kondisi alam, bukan melawannya. Oleh karena itu, kabupaten di zona pantai barat, termasuk Barru, mendapatkan penyesuaian jadwal tanam dengan mempertimbangkan dinamika iklim lokal, ” ujar Abustan.
Ia meyakini bahwa keterpaduan antara teknologi canggih dan ketepatan masa tanam akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian para petani di Barru.
”Dengan penerapan pertanian modern melalui Program PM-AAS, kami optimistis produksi dan produktivitas komoditas padi dapat terus meningkat. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh penguatan sarana-prasarana serta kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga seluruh pemangku kepentingan, ” pungkasnya.
Melalui sinergi antar-instansi ini, Pemkab Barru optimistis program PM-AAS tidak hanya meningkatkan angka produksi beras, tetapi juga menjadi fondasi transformasi pertanian tradisional menuju sistem modern yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat tani.










