Ironi di Balik Pengabdian Guru PAUD di Barru, Insentif Belum Cair Sejak Januari

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Narasisulsel.id Barru – Nasib para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Barru menjadi sorotan.

Insentif guru PAUD belum dibayar sejak Januari 2026 hingga kini.

Padahal, para guru tetap menjalankan tugas, mendidik anak-anak meski hak yang mereka tunggu belum diterima.

Kondisi ini memantik keprihatinan setelah salah satu akun media sosial di Facebook mengunggah keluhan terkait belum cairnya insentif guru PAUD.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons dan menuai banyak komentar.

Mereka mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik, khususnya guru PAUD di Barru.

PGRI turut bersuara mengenai persoalan ini.

Ketua PGRI Barru, Abdullah Tintjo mengatakan pihaknya ikut prihatin dengan belum terbayarnya insentif para guru PAUD yang sudah hampir enam bulan lamanya.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Anak RA Al-Ikhlas Tampil Ceria Adu Kekompakan

Ironisnya, insentif itu nilainya hanya ratusan ribu per bulan untuk masing-masing pendidik, tapi tak kunjung cair.

“Insentif antara Rp300 ribu hingga Rp750 ribu per bulan. Bagi sebagian orang mungkin angka itu kecil. Tapi bagi para guru PAUD yang selama ini mengabdikan diri mendidik generasi usia dini, nominal itu sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya tegas, Senin (08/06/2026).

Ia menyebut organisasi profesi guru atau PGRI menilai keterlambatan pembayaran insentif guru PAUD tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut hak para tenaga pendidik.

Pemerintah daerah atau pihak terkait diminta untuk segera memberikan hak insentif guru PAUD.

Baca Juga :  Andi Ina Apresiasi Peran Aktif Yayasan Pendidikan Jabal Uhud Barru

Lebih jauh, PGRI menegaskan tetap pada komitmennya untuk berada di garda terdepan memperjuangkan hak-hak guru.

Untuk itu PGRI tidak akan tinggal diam ketika hak tenaga pendidik terabaikan, termasuk hak guru PAUD yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendidik anak usia dini.

“GRI selalu siap hadir. Termasuk persoalan insentif ini agar hak-hak guru didapatkan. Kami mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehingga insentif guru PAUD belum juga disalurkan padahal sudah memasuki pertengahan tahun,” ujar Abdullah Tintjo.

“PGRI punya tanggung jawab moral untuk mengawal dan memperjuangkan hak-hak guru. Kami akan berkoordinasi ke pihak-pihak terkait membicarakan persoalan ini agar para guru segera memperoleh haknya,” tegasnya. (*)

 

Berita Terkait

Di Bawah Naungan Rahmatmu
Pawai Kemerdekaan RA Al-Ikhlas Barru Meriah, Tampilkan Warna-warni Budaya Nusantara
Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Anak RA Al-Ikhlas Tampil Ceria Adu Kekompakan
UMKM Desa Pao-pao Go Digital Berkat Inovasi Mahasiswa KKN Unhas
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Hadirkan Kelas Karakter Sosial Bagi Siswa SDN 51 Barru
KKN Tematik Inovasi Desa Unhas Perkuat UMKM Pao-Pao Melalui Manajemen Risiko
Politeknik STIA LAN Makassar Perkuat Pelayanan Desa Lewat Tiga Inovasi Digital
Wali Kota Tasming Hamid Bangga, Dua Pelajar Parepare Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional Panama

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Di Bawah Naungan Rahmatmu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Pawai Kemerdekaan RA Al-Ikhlas Barru Meriah, Tampilkan Warna-warni Budaya Nusantara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Anak RA Al-Ikhlas Tampil Ceria Adu Kekompakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:19 WIB

UMKM Desa Pao-pao Go Digital Berkat Inovasi Mahasiswa KKN Unhas

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:45 WIB

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Hadirkan Kelas Karakter Sosial Bagi Siswa SDN 51 Barru

Berita Terbaru