Museum Colliq Pujie Diresmikan: Bupati Barru Hidupkan Kembali Warisan Intelektual Bugis

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasisulsel.id Barru — Kabupaten Barru kembali mencatatkan momentum bersejarah dalam pelestarian budaya. Pada malam pembukaan Festival Budaya To Berru XIV dan Festival Aksara Lontara VI, Minggu (23/11/2025), Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meresmikan Museum Budaya Colliq Pujie yang kini tampil dengan wajah baru setelah melalui proses revitalisasi menyeluruh.

Peresmian dimulai dengan pengguntingan pita di pelataran museum, disusul kunjungan perdana ke ruang pamer utama. Di dalamnya tersaji berbagai artefak, naskah, serta interpretasi sejarah mengenai Colliq Pujie Arung Pancana Toa — sosok perempuan cendekia dari Barru yang namanya mengisi lembaran penting perjalanan literasi Nusantara.

Museum yang kini hadir sebagai ruang pelestarian intelektualitas Bugis tersebut menjadi simbol penghormatan bagi Colliq Pujie. Beliau dikenal sebagai penulis, pujangga, penerjemah, hingga penjaga aksara lontara; seorang perempuan yang kontribusinya menjangkau jauh melampaui masanya.

Memasuki ruang pamer, suasana hangat dan khidmat menyambut Bupati Andi Ina. Langkahnya terhenti di depan patung dada Colliq Pujie. Tatapannya penuh kekaguman, seolah merasakan kembali perjuangan panjang sang tokoh dalam melestarikan naskah-naskah penting, termasuk I La Galigo dan karya monumental lainnya.

“Colliq Pujie bukan hanya milik Barru, tetapi milik Indonesia dan dunia. Warisan beliau adalah cahaya yang menuntun generasi hari ini untuk mencintai budaya dan ilmu pengetahuan,” ujar Bupati Andi Ina penuh makna.

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi museum merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk menghadirkan ruang pembelajaran budaya yang modern, edukatif, dan berkelanjutan. Dukungan Kementerian Kebudayaan RI—melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Sarpras, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX—memberikan sentuhan profesional pada pengelolaan konten dan kurasi

“Kami ingin Museum Colliq Pujie tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi menjadi ruang hidup, ruang belajar, dan ruang inspirasi bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua PKK Parepare Dorong Replikasi Bank Sampah Labukkang

Setelah peresmian, para tamu undangan diajak menyusuri tiap ruang pamer. Setiap sudut museum menyuguhkan narasi perjalanan intelektual Colliq Pujie dalam menjaga tradisi pengetahuan Bugis—mulai dari manuskrip lontara, rekonstruksi ruang baca, dokumentasi karya, hingga visualisasi digital warisan budaya Barru.

Acara peresmian ini turut dihadiri tokoh-tokoh budaya, akademisi, dan perwakilan pemerintah. Hadir pula Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD Barru, unsur Forkopimda, Pj Sekda, pimpinan OPD, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Ketua Yayasan Aksara Lontara Nasional, para pemangku adat, serta para tamu kehormatan lainnya.

Dengan dibukanya kembali Museum Budaya Colliq Pujie, Barru menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga merawat masa depan. Museum ini bukan hanya bangunan, melainkan ruang hidup yang menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat.

Barru — Kabupaten Barru kembali mencatatkan momentum bersejarah dalam pelestarian budaya. Pada malam pembukaan Festival Budaya To Berru XIV dan Festival Aksara Lontara VI, Minggu (23/11/2025), Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meresmikan Museum Budaya Colliq Pujie yang kini tampil dengan wajah baru setelah melalui proses revitalisasi menyeluruh.

Peresmian dimulai dengan pengguntingan pita di pelataran museum, disusul kunjungan perdana ke ruang pamer utama. Di dalamnya tersaji berbagai artefak, naskah, serta interpretasi sejarah mengenai Colliq Pujie Arung Pancana Toa — sosok perempuan cendekia dari Barru yang namanya mengisi lembaran penting perjalanan literasi Nusantara.

Museum yang kini hadir sebagai ruang pelestarian intelektualitas Bugis tersebut menjadi simbol penghormatan bagi Colliq Pujie. Beliau dikenal sebagai penulis, pujangga, penerjemah, hingga penjaga aksara lontara; seorang perempuan yang kontribusinya menjangkau jauh melampaui masanya.

Memasuki ruang pamer, suasana hangat dan khidmat menyambut Bupati Andi Ina. Langkahnya terhenti di depan patung dada Colliq Pujie. Tatapannya penuh kekaguman, seolah merasakan kembali perjuangan panjang sang tokoh dalam melestarikan naskah-naskah penting, termasuk I La Galigo dan karya monumental lainnya.

Baca Juga :  Bupati Barru Terima Kunjungan Kerja Ombudsman RI

> “Colliq Pujie bukan hanya milik Barru, tetapi milik Indonesia dan dunia. Warisan beliau adalah cahaya yang menuntun generasi hari ini untuk mencintai budaya dan ilmu pengetahuan,” ujar Bupati Andi Ina penuh makna.

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi museum merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk menghadirkan ruang pembelajaran budaya yang modern, edukatif, dan berkelanjutan. Dukungan Kementerian Kebudayaan RI—melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Sarpras, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX—memberikan sentuhan profesional pada pengelolaan konten dan kurasi.

“Kami ingin Museum Colliq Pujie tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi menjadi ruang hidup, ruang belajar, dan ruang inspirasi bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Setelah peresmian, para tamu undangan diajak menyusuri tiap ruang pamer. Setiap sudut museum menyuguhkan narasi perjalanan intelektual Colliq Pujie dalam menjaga tradisi pengetahuan Bugis—mulai dari manuskrip lontara, rekonstruksi ruang baca, dokumentasi karya, hingga visualisasi digital warisan budaya Barru.

Acara peresmian ini turut dihadiri tokoh-tokoh budaya, akademisi, dan perwakilan pemerintah. Hadir pula Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD Barru, unsur Forkopimda, Pj Sekda, pimpinan OPD, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Ketua Yayasan Aksara Lontara Nasional, para pemangku adat, serta para tamu kehormatan lainnya.

Dengan dibukanya kembali Museum Budaya Colliq Pujie, Barru menegaskan bahwa melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga merawat masa depan. Museum ini bukan hanya bangunan, melainkan ruang hidup yang menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat.

Berita Terkait

92 Jamaah Calon Haji Parepare Dilepas ke Tanah Suci, Tasming Hamid: Ini Panggilan Istimewa dari Allah
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Wawali Parepare Dorong Sinergi Penegakan Hukum
Perkuat Ekosistem Pendidikan, Pemkot dan IAIN Parepare Resmi Tekan MoU Kerjasama
Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Ditutup Meriah Di Kota Parepare
Kota Parepare Jadi Tuan Rumah Turnamen Sepakbola Piala Gubernur 2026 Vol.2, Tontonan Disela Jeda Kompetisi Liga I
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pemkot Parepare dan Hidayatullah Bersinergi Tingkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an ASN
Pemkot Parepare dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:24 WIB

92 Jamaah Calon Haji Parepare Dilepas ke Tanah Suci, Tasming Hamid: Ini Panggilan Istimewa dari Allah

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Wawali Parepare Dorong Sinergi Penegakan Hukum

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan, Pemkot dan IAIN Parepare Resmi Tekan MoU Kerjasama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Kota Parepare Jadi Tuan Rumah Turnamen Sepakbola Piala Gubernur 2026 Vol.2, Tontonan Disela Jeda Kompetisi Liga I

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare

Berita Terbaru