Narasisulsel.id Barru – Sejumlah fasilitas di Perumahan Rachita 5 yang menjadi perhatian warga mendapat penjelasan dari PT Rachita Group. Persoalan tersebut mencakup arah kiblat musala, ketersediaan air bersih, hingga pembangunan saluran induk.
Direktur Operasional PT Rachita Group, Arsyad Rahman Kartolo, mengatakan pihak pengembang telah melakukan berbagai upaya untuk menindaklanjuti kebutuhan penghuni, termasuk berkoordinasi dan menyurati sejumlah instansi terkait.
Mengenai arah kiblat musala, Arsyad menjelaskan bahwa PT Rachita Group telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Kementerian Agama sejak 2025 untuk mendapatkan penentuan arah kiblat. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang diterima pihak pengembang.
“Sejak 2025 kami sudah beberapa kali menyurat ke Kemenag untuk memohon penentuan arah kiblat, tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan,” ujar Arsyad, Senin (14/09/2026).
Persoalan lain yang turut disoroti warga adalah ketersediaan air bersih. Arsyad menegaskan bahwa sejak awal pihak pengembang tidak pernah menjanjikan pemasangan jaringan PDAM kepada penghuni.
Meski demikian, kata dia, PT Rachita Group tetap berupaya membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Atas permintaan warga, pengembang telah menyurati PDAM agar dapat membantu pengadaan jaringan air bersih di kawasan perumahan.
Sementara itu, terkait saluran induk, Arsyad menyebut fasilitas tersebut belum sepenuhnya rampung karena pembangunan kawasan Rachita 5 masih berlangsung.
“Saluran induk itu masih dalam proses pekerjaan. Karena sekarang masih tahap pembangunan. Untuk pembuangan saluran induk, kami pastikan PT Rachita akan membuatkan seluruh saluran pembuangan,” jelasnya.
Sebelumnya, pihak PDAM juga menyampaikan bahwa penyediaan jaringan air bersih di dalam kawasan perumahan membutuhkan pembangunan jaringan internal yang menjadi bagian dari pekerjaan pengembang. Dengan demikian, proses penyediaan jaringan tersebut masih membutuhkan tindak lanjut dan koordinasi bersama.
PT Rachita Group menegaskan, sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian warga tersebut masih berada dalam tahapan pembangunan maupun koordinasi dengan instansi terkait.
Pengembang berharap penyelesaian dapat dilakukan secara bertahap sehingga memberikan kepastian sekaligus kenyamanan bagi seluruh penghuni Perumahan Rachita 5.










