Antrean BBM Parepare: Tasming Minta Kuota Ditambah & Pendataan Ulang — Parepare Kota Lintasan

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait penyaluran BBM dan LPG di Kota Parepare, Senin (14/9/2026).

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait penyaluran BBM dan LPG di Kota Parepare, Senin (14/9/2026).

PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare serius menyikapi persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait penyaluran BBM dan LPG di Kota Parepare, Senin (14/9/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare dan dihadiri Wakil Wali Kota Parepare, Ketua DPRD Parepare, jajaran Forkopimda, serta pihak Pertamina dan Hiswana Migas.

Dalam waktu bersamaan, Pemkot Parepare juga mengikuti melalui Zoom rapat Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan terkait monitoring dan evaluasi penyaluran BBM dan LPG tingkat Provinsi Sulsel yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan.

Monev tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang di sejumlah SPBU.

Dalam rapat, pihak Pertamina mengklaim telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan mengusulkan penambahan kuota harian BBM ke wilayah Parepare melalui Pertamina Area Makassar.

“Kita sudah usulkan ke area Makassar. Mudah-mudahan ada penambahan suplai ke area terminal kita di Parepare,” ungkap pihak Pertamina dalam rapat tersebut.

Selain mengusulkan penambahan suplai, Pertamina juga mengaku telah menurunkan personel untuk melakukan monitoring dan pemantauan langsung di setiap SPBU.

Langkah pengawasan juga diarahkan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang diduga melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang atau menjadi pelansir.

Pihak Pertamina Parepare meminta pengelola SPBU segera melaporkan nomor polisi kendaraan yang diduga melakukan aktivitas tersebut agar dapat ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid meminta Pertamina kembali mengevaluasi kebutuhan BBM masyarakat dan menambah kuota, khususnya BBM jenis Pertalite.

Baca Juga :  Pemkab Barru Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Mantan Camat Balusu

Menurut Tasming, penambahan kuota yang telah dilakukan belum sepenuhnya mampu mengatasi antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU.

“Kita berharap Pertamina mengusulkan lagi tambahan kuota BBM di Parepare. Meski ada tambahan sekian persen, tapi faktanya kita lihat masih banyak antrean di SPBU,” ujar Tasming Hamid.

Ia juga meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap kebutuhan BBM di Kota Parepare. Menurutnya, data kebutuhan yang akurat penting untuk menentukan kuota yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Tasming menilai persoalan kebutuhan BBM di Parepare tidak bisa hanya dilihat berdasarkan jumlah kendaraan masyarakat setempat. Sebab, posisi Parepare sebagai kota lintasan membuat kendaraan dari luar daerah turut mengisi BBM di wilayah tersebut.

“Sebaiknya didata baik-baik sehingga dapat diketahui pasti berapa jumlah kebutuhan BBM masyarakat. Secara garis besar memang ada tambahan, tetapi suplai yang ditambahkan tidak sesuai dengan kuota kebutuhan masyarakat Parepare,” katanya.

Tasming menambahkan, Pertamina perlu mempertimbangkan karakteristik Parepare sebagai salah satu daerah yang menjadi jalur lintasan antardaerah.

“Pertamina juga harus melihat bahwa Parepare ini kota lintasan sehingga banyak kendaraan dari luar mengisi BBM di Parepare,” tegasnya.

Di tempat lain, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel.

Dalam rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman minta Pertamina menganalisis kebutuhan BBM di Sulsel, menyusul meningkatnya permintaan yang turut dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (14/9/2026), dengan dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, unsur Forkopimda, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta Iswana Migas Sulsel.

Baca Juga :  Pemkab Barru Bersama Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kondisi antrean BBM saat ini mulai terurai. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan pasokan yang tersedia mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan antrean tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga meningkatnya permintaan BBM subsidi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat adanya disparitas harga.

“Intinya ada migrasi karena disparitas harga antara subsidi dan nonsubsidi. Sehingga ada migrasi antrean yang tadinya antre nonsubsidi sekarang beralih ke subsidi sehingga terjadi peningkatan,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya permintaan, pasokan BBM dari Pertamina sebenarnya telah mengalami peningkatan signifikan. Andi Sudirman menyebut pasokan yang sebelumnya berada di kisaran 700 kiloliter (KL) kini telah mencapai 1.300 KL pada kondisi tertentu.

“Pasokan dari Pertamina sudah cukup tinggi, yang tadinya 700 KL sekarang sudah ada yang 1.300 KL. Akan tetapi antrean tetap meningkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Sulsel meminta Pertamina tidak hanya meningkatkan pasokan, tetapi juga menghitung kembali kebutuhan BBM berdasarkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Andi Sudirman meminta dilakukan analisis untuk mengetahui seberapa besar dampak migrasi konsumen terhadap kebutuhan BBM subsidi di Sulsel.

“Maka kami meminta Pertamina melakukan analisis pengaruh migrasi ini untuk mengetahui berapa kuota BBM yang harus ditambahkan ke Sulsel,” katanya.

Penulis : Uul

Editor : Akbar

Sumber Berita: Narasi Sulsel

Berita Terkait

APBD Perubahan Parepare 2026 Disepakati: Pendapatan Rp933,36 Miliar, Belanja Tembus Rp1,018 Triliun
Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga Berterima Kasih Perhatian Pemerintah
Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting bagi Masyarakat dan Pembangunan Parepare
Tasming Hamid Tegaskan Peran Sentral ASN sebagai Mesin Penggerak Program Pemerintah Parepare
Berdasarkan PP 12/2019, Pemkot Parepare Ajukan Perubahan APBD 2026 — Ini Rinciannya
Tekan Sebaran Debu Batubara, PLTU Barru Perkuat Pengendalian
Parepare Sabet Terbaik I Pengelolaan Sampah & Lingkungan Asri, Bawa Pulang Insentif Rp2 Miliar
Parepare Raih Terbaik III Akses Pendidikan, Bawa Pulang Penghargaan & Insentif Rp1 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

APBD Perubahan Parepare 2026 Disepakati: Pendapatan Rp933,36 Miliar, Belanja Tembus Rp1,018 Triliun

Selasa, 29 September 2026 - 18:02 WIB

Tasming Hamid dan Penasihat Menteri Kunjungi Kampung Nelayan Cempae, Warga Berterima Kasih Perhatian Pemerintah

Kamis, 24 September 2026 - 21:10 WIB

Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting bagi Masyarakat dan Pembangunan Parepare

Rabu, 23 September 2026 - 22:06 WIB

Tasming Hamid Tegaskan Peran Sentral ASN sebagai Mesin Penggerak Program Pemerintah Parepare

Senin, 21 September 2026 - 19:27 WIB

Berdasarkan PP 12/2019, Pemkot Parepare Ajukan Perubahan APBD 2026 — Ini Rinciannya

Berita Terbaru