Narasisulsel.id Barru – Tradisi turun sawah atau Mappalili kembali digelar masyarakat petani di Kecamatan Mallusetasi sebagai tanda dimulainya musim tanam tahun 2025/2026 dan musim tanam 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (20/10/2025) pukul 10.28 Wita di Dusun Cilellang Utara, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Acara Mappalili ini turut dihadiri oleh Bupati Barru, A. Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., Camat Mallusetasi Samsu Alam, S.Pd., M.M., Danramil 1405-05/Mallusetasi Letda Inf. A. Pallawagau, serta para tokoh masyarakat, kelompok tani, dan perwakilan instansi terkait.
Kegiatan diawali dengan simbolisasi turun sawah di lokasi Kelompok Tani Mattirobulu, dilanjutkan dengan pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan panitia pelaksana, serta sambutan Bupati Barru.
Dalam sambutannya, Bupati Barru menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tahunan ini sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong petani dalam memulai musim tanam. “Mappalili bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi juga bentuk kebersamaan dan tekad bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Bupati.
Beliau juga mengingatkan agar petani senantiasa mengikuti kondisi iklim dan cuaca sebagaimana disampaikan oleh BMKG bahwa musim hujan tahun ini diperkirakan akan datang lebih awal sekitar satu bulan. “Ikuti alam, jangan lawan alam,” tegasnya, seraya mengajak petani menjaga kekompakan dalam menentukan jadwal tanam, pemilihan varietas padi, hingga waktu panen.
Bupati Barru turut menyampaikan capaian penting Kabupaten Barru dalam sektor pertanian, di mana realisasi tanam padi tahun 2025 mencapai 27.529,3 hektare dari luas sawah 15.703 hektare, termasuk Kecamatan Mallusetasi yang memiliki 1.716 hektare lahan sawah, dengan Desa Cilellang seluas 148 hektare.










