Narasisulsel.id Sulsel – Anggota Komisi V DPR RI fraksi NasDem dari Dapil Sulawesi Selatan II, Ir. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc, menyoroti sejumlah persoalan keselamatan transportasi dan kondisi infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026 dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama mitra kerja terkait.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tingginya angka kecelakaan transportasi laut berdasarkan data Basarnas.
Teguh menilai pemeriksaan kelayakan kapal atau ramp check harus diperketat sebelum kapal beroperasi melayani masyarakat pada periode mudik.
“Kecelakaan kapal masih menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, proses ramp check terhadap kondisi kapal-kapal yang beroperasi harus benar-benar diperketat untuk memastikan keselamatan penumpang,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, Teguh juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski tingkat kemantapan jalan di Pulau Sulawesi mencapai 97,15 persen dan menjadi yang tertinggi secara nasional, ia mengaku masih menemukan sejumlah titik jalan berlubang di daerah pemilihannya.
“Di dapil saya, Sulawesi Selatan II, khususnya di lintasan Trans Nasional Kabupaten Barru, saya masih menemukan cukup banyak lubang di jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius agar dapat segera diperbaiki sebelum puncak arus mudik berlangsung,” tegasnya.
Di sisi lain, Teguh mengapresiasi Kementerian Perhubungan atas pelaksanaan program mudik gratis yang kini mulai diterapkan di luar Pulau Jawa, termasuk melalui jalur transportasi laut.
“Kami mengapresiasi karena usulan terkait program mudik gratis agar dapat diterapkan di luar Pulau Jawa kini sudah terealisasi. Pemerataan ini sangat penting, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Harapan kami program ini terus dilanjutkan, ditingkatkan, serta diperkuat sosialisasinya agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya,” ujarnya.
Teguh juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG yang memperkirakan curah hujan tinggi pada Maret di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan.
Ia berharap langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah bencana yang dapat mengganggu ibadah Ramadan dan arus mudik.
“Kami berharap di momentum Ramadan dan Lebaran ini tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika memang diperlukan perhatian khusus di beberapa wilayah, termasuk langkah modifikasi cuaca, tentu kami sangat mendukung agar masyarakat dapat menjalankan ibadah serta proses mudik dengan aman dan lancar,” katanya.
Menurut Teguh, strategi komunikasi publik juga perlu diperkuat agar informasi cuaca dan potensi bencana benar-benar menjangkau masyarakat luas.
“Akurasi informasi BMKG saat ini sudah sangat tinggi. Namun tantangannya adalah bagaimana informasi tersebut benar-benar sampai ke masyarakat. Perlu langkah luar biasa, seperti melibatkan influencer, memanfaatkan televisi nasional, serta menampilkan informasi di berbagai platform digital dan situs populer,” ucapnya.
Ia menilai kemudahan akses informasi cuaca dan kebencanaan akan meningkatkan literasi masyarakat serta membantu mereka mengambil keputusan yang lebih aman selama perjalanan mudik.
“Dengan informasi yang mudah diakses dan dipahami, masyarakat akan semakin cerdas dan memiliki literasi kebencanaan yang lebih baik, sehingga keselamatan bersama dapat lebih terjaga,” tegas Teguh.










